DPRD Pekanbaru Minta Warga Waspada Ancaman Karhutla

PEKANBARU, Topindonesia.id – Cuaca ekstrem di Provinsi Riau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kabut asap atau jerebu yang semakin parah.

Dalam beberapa hari terakhir, bau asap mulai tercium di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut juga sempat memburuk.

Menanggapi kondisi itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi mengatakan, meski Kota Pekanbaru tidak memiliki banyak kawasan hutan seperti daerah lain, potensi karhutla tetap ada.

Menurut Zulkardi, hutan masih terdapat di sejumlah wilayah pinggiran dari 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Salah satunya Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, yang dinilai rawan terjadi karhutla.

“Pertama, kita minta jangan ada pembakaran di sekitar wilayah perkebunan atau pekarangan rumah. Karena nanti dampaknya, dengan situasi hari ini, cuaca ekstrem ini mengakibatkan kebakaran,” kata Zulkardi, Selasa (18/8/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan, termasuk warga yang memiliki kebun dengan luas satu hingga 20 hektare. Menurutnya, pemilik lahan perlu melakukan pemantauan secara rutin untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Zulkardi juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), berkolaborasi dengan RT, RW, dan kelurahan untuk melakukan patroli di wilayah yang rawan karhutla.

“Sehingga dapat mengantisipasi kebakaran yang mengakibatkan kabut asap,” ujarnya.

Selain pemerintah, Zulkardi meminta pihak swasta turut membantu dalam penanggulangan karhutla. Menurutnya, keterbatasan peralatan yang dimiliki pemerintah dapat menjadi kendala dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

“Kita minta juga, kalau hanya bertumpu kepada perlengkapan Pemko, tidak efektif. Kita minta perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Rokan dan perusahaan swasta yang ada di Kota Pekanbaru turut aktif dalam kesiapsiagaan karhutla,” harapnya.


Sumber: ckpl/redaksi

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال