Program Seragam Gratis Diperluas, DPRD Minta Fasilitas Sekolah Tetap Diprioritaskan

PEKANBARUTopindonesia.id Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program seragam sekolah gratis diperluas untuk seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.

Sebanyak 20.800 siswa akan menerima tiga stel seragam yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, mendukung penuh kebijakan tersebut karena dinilai mampu meringankan beban orang tua pada awal tahun ajaran.

"Awalnya anggaran hanya disiapkan untuk sekitar 1.500 siswa SD dan 1.500 siswa SMP. Namun setelah dilakukan pergeseran anggaran, akhirnya diputuskan seluruh siswa baru SD dan SMP mendapatkan seragam gratis. Tentu kami dari Komisi III sangat mendukung kebijakan ini," ujar Tekad, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, setiap siswa SD akan menerima tiga jenis seragam, yakni seragam merah putih, Pramuka, dan olahraga. Sementara itu, siswa SMP akan memperoleh seragam putih biru, Pramuka, dan olahraga.

Meski mendukung program tersebut, Tekad mengingatkan agar perluasan penerima manfaat tidak mengorbankan anggaran perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

"Yang menjadi perhatian kami, tambahan anggaran seragam ini diambil dari pos sarana dan prasarana. Artinya, ada rencana rehabilitasi bangunan sekolah dan pengadaan mebel yang akhirnya belum bisa dilaksanakan. Seharusnya Pemko menambah anggaran baru untuk Dinas Pendidikan tanpa mengurangi anggaran perbaikan sekolah," katanya.

Menurutnya, kualitas fasilitas pendidikan juga harus menjadi perhatian karena masih banyak sekolah yang membutuhkan rehabilitasi secara bertahap.

"Kami berharap pada APBD Perubahan nanti ada tambahan anggaran untuk Dinas Pendidikan sehingga program seragam gratis tetap berjalan, sementara perbaikan gedung sekolah dan pengadaan mebel juga dapat direalisasikan. Banyak sekolah yang kondisinya sudah rusak dan harus segera diperbaiki," tegasnya.

Tekad mengungkapkan, semula anggaran program seragam sekolah gratis hanya sekitar Rp6 miliar. Namun, setelah jumlah penerima diperluas menjadi seluruh siswa baru SD dan SMP, kebutuhan anggaran meningkat menjadi sekitar Rp13 miliar atau bertambah sekitar Rp7 miliar.

"Tambahan anggaran itu tidak menjadi masalah bagi kami karena memang tujuannya untuk membantu masyarakat. Yang kami ingatkan, jangan sampai anggaran perbaikan sarana dan prasarana ikut dikorbankan," ujarnya.

Selain itu, DPRD meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mempercepat proses pengadaan seragam agar target pembagian pada Oktober 2026 dapat tercapai.

"Kami mengingatkan agar paling lambat Oktober seragam sudah dibagikan kepada seluruh siswa baru. Jika targetnya Oktober, proses pengadaan harus melibatkan beberapa penyedia agar selesai tepat waktu karena jumlah seragam yang dibuat sangat banyak," katanya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan segera menyampaikan informasi kepada seluruh kepala sekolah untuk diteruskan kepada orang tua siswa. Langkah itu dinilai penting agar masyarakat tidak terburu-buru membeli seragam.

"Kami minta seluruh orang tua segera diinformasikan bahwa siswa baru akan mendapat seragam gratis. Jangan sampai mereka sudah membeli dua atau tiga stel seragam karena nantinya justru menjadi pemborosan. Seragam yang diberikan pemerintah merupakan hak siswa dan tidak perlu dikembalikan," jelasnya.

Di sisi lain, Tekad mengatakan DPRD juga terus mengawal komitmen Pemko Pekanbaru dalam mewujudkan sekolah bebas pungutan. Salah satunya melalui penyediaan buku pelajaran yang dibiayai melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pengganti Lembar Kerja Siswa (LKS).

"Kami terus mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan di sekolah. Mulai tahun ajaran ini, buku pelajaran juga mulai disediakan melalui BOSDA secara bertahap sehingga beban orang tua semakin berkurang," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال