Bupati Afni: Museum Balairung Sri Harus Jadi Ruang Belajar Generasi Muda kenali Sejarah dan Budaya

SIAK, Topindonesia.id - Bupati Siak Afni Zulkifli mendorong Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri menjadi ruang belajar yang dapat mendekatkan generasi muda dengan sejarah dan budaya daerah.

Menurut Afni, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian warisan Kesultanan Siak.

“Dulu waktu Ibu masih kecil, listrik saja tidak ada, jalan masih kerikil, tetapi tetap semangat belajar sejarah. Hari ini kalian sudah menjalani apa yang dulu Ibu jalani, tetapi dengan kondisi yang jauh lebih baik,” kata Afni sa

Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut diikuti sekitar 700 guru dan pelajar SMP dari tujuh kecamatan.

Afni mengajak para pelajar memanfaatkan museum sebagai sarana untuk mengenal perjalanan sejarah Siak sekaligus menjaga warisan Kesultanan Siak.

“Jadi, semangatlah belajar sejarah dan lestarikan kebudayaan serta warisan Kesultanan Siak,” ujar Afni.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat generasi muda dalam mempelajari sejarah serta menjaga tradisi dan kebudayaan daerah.

“Saya ingin generasi muda, ghirah ini, semangat ini diperkuat dalam mempelajari sejarah dan menjaga tradisi dan kebudayaan kita agar tetap lestari,” kata Afni.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pameran Temporer Koleksi Pribadi Sultan Syarif Kasim, Belajar Bersama di Museum, pembelajaran tanjak Siak dan teknik pembuatannya, serta Lomba Pembuatan Video Promosi Museum yang terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar SMA, MA, serta SMK.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Siak Syafrizal mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya memperluas akses masyarakat sekaligus menjadikan museum sebagai ruang publik yang edukatif.

“Belajar Bersama di Museum menjadi salah satu rangkaian utama yang diikuti 700 peserta dari tujuh kecamatan, terdiri atas guru dan peserta didik jenjang SMP. Peserta mendapatkan materi tentang tanjak Siak dan teknik pembuatannya dengan narasumber dari Dekranasda Kabupaten Siak,” kata Syafrizal.

Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum, menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah, serta memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan di Siak.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال