Kampar, Topindonesia.id -Menanggapi keluhan warga dan pengendara terkait kerusakan sejumlah titik jalan, Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Ahmad Alihanafia, telah mengajukan proposal perbaikan jalan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.
Hal itu disampaikan Pj Kades Koto Mesjid, Ahmad Alihanafia, didampingi Sekretaris Desa Koto Mesjid, Gennefer Sidik, saat meninjau sejumlah titik kerusakan jalan di wilayah Desa Koto Mesjid, Selasa (2/6/2026).
Ali mengungkapkan, proposal permohonan perbaikan jalan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Kampar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, serta anggota DPRD Kampar.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD Wilayah I Bapenda Kampar itu mengungkapkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di dalam wilayah Desa Koto Mesjid, tetapi juga jalan menuju Desa Silam, Kecamatan Kuok.
"Beberapa titik kerusakan juga berada di perkampungan Desa Koto Mesjid hingga Simpang Citra (Jalan Nasional Riau-Sumbar)," ujarnya.
Namun, pada tahap awal, ia memprioritaskan usulan perbaikan jalan dari Simpang Sate (Dusun III) menuju Simpang Citra (melewati Dusun II) yang kondisinya cukup parah.
Setelah itu, Ali juga akan mengupayakan perbaikan sejumlah titik kerusakan di Jalan Lingkar yang melintasi Dusun IV dan Dusun I.
Ia mengatakan, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utamanya sejak dipercaya memimpin desa tersebut pada 19 Mei lalu menggantikan almarhum Arjunalis.
Dalam peninjauan tersebut, terdapat sejumlah titik kerusakan yang cukup parah. Kondisi itu menyebabkan pengendara harus lebih berhati-hati karena lubang di badan jalan cukup besar dan permukaan jalan kasar akibat aspal yang telah terkikis hingga menyisakan bebatuan.
Di beberapa titik juga terdapat genangan air yang cukup dalam. Saat hujan turun, salah satu titik kerusakan yang sulit dilewati berada di tanjakan yang cukup tajam di wilayah Dusun II.
Sebelumnya diberitakan, ruas Jalan Desa Silam-Koto Mesjid yang terhubung ke Simpang Patin atau Jalan Nasional Riau-Sumbar memiliki lalu lintas cukup padat. Jalan tersebut digunakan sebagai jalur transportasi dari Sumatera Barat menuju Kabupaten Rokan Hulu maupun sebaliknya.
Selain itu, ruas jalan tersebut menjadi akses menuju Exit Tol XIII Koto Kampar bagi kendaraan dari arah Rokan Hulu maupun desa sekitar.
Jalan tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi perekonomian warga karena berfungsi sebagai prasarana utama untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, jasa, serta mobilitas masyarakat.
"Yang jelas kita berupaya menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Kabupaten Kampar," kata Ali.
Ia juga meminta pengertian masyarakat karena saat ini pemerintah daerah masih melakukan efisiensi anggaran sehingga diperlukan kesabaran menunggu kebijakan pemerintah daerah terkait perbaikan jalan.
Ia berharap komunikasi yang telah dilakukan dengan pimpinan daerah, dinas terkait, maupun wakil rakyat dapat mempercepat realisasi perbaikan jalan agar aktivitas transportasi masyarakat berjalan lebih lancar.
Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Koto Mesjid, Gennefer Sidik, mengungkapkan pemerintah desa dan masyarakat sangat berharap jalan yang melintasi desa tersebut segera diperbaiki.
Menurutnya, sebagai desa yang telah meraih sejumlah prestasi di tingkat daerah dan nasional, Koto Mesjid cukup sering dikunjungi tamu dari luar daerah.
Ia mengungkapkan, rata-rata setiap minggu terdapat sekitar 20 kendaraan jenis minibus dan bus yang berkunjung ke desa tersebut.
"Melihat kondisi seperti ini tentu kami merasa kurang nyaman kepada tamu-tamu yang datang karena tidak jarang kendaraan harus ekstra hati-hati saat masuk dan keluar kampung," ujar Gennefer.
Desa wisata yang dijuluki Kampung Patin tersebut merupakan desa penghasil ikan patin basah dengan produksi mencapai belasan ton per hari. Desa ini juga menghasilkan berbagai produk olahan ikan patin, seperti salai ikan patin, nugget patin, kerupuk patin, hingga abon.
Selain itu, Desa Koto Mesjid dan sejumlah desa sekitar juga merupakan penghasil karet serta kelapa sawit sehingga jalan tersebut menjadi akses penting sebagai penggerak ekonomi warga Kerusakan jalan di desa tersebut disebut telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan.
"Bahkan beberapa waktu lalu ada anak remaja yang tidak sadarkan diri hingga dua minggu di rumah sakit akibat terjatuh di tanjakan yang rusak," ujar Sekdes Koto Mesjid.
Sementara itu, sebelumnya anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS, Amal Fathullah, pernah menyampaikan usulan perbaikan jalan dari Silam menuju Simpang Citra Desa Koto Mesjid kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau.Namun, hingga saat ini belum ada pelaksanaan perbaikan.
Editor:Fitriani
