Warga Rumbai Keluhkan Jalan Rusak, Zulkardi Pastikan Perbaikan 2026




Pekanbaru, Topindonesia.id  -Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menerima langsung aspirasi masyarakat Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, dalam pertemuan di ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Pekanbaru, Senin (25/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan kondisi Jalan Pesisir yang disebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Jalan tersebut merupakan akses umum yang sangat penting sebagai penghubung antarwilayah serta digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

“Jadi, ada beberapa masyarakat yang langsung hadir menyampaikan aspirasinya. Salah satunya masyarakat Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai. Mereka menyampaikan bahwa jalan itu sudah puluhan tahun tidak diperbaiki dan memiliki kerusakan yang terbilang parah, namun belum ada sentuhan pemerintah untuk melakukan perbaikan,” ujar Zulkardi.

Ia mengatakan aspirasi masyarakat tersebut telah dikawal di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru. Saat ini, anggaran pembangunan Jalan Pesisir sudah dialokasikan pada tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp11,8 miliar.

“Alhamdulillah, di Banggar saya juga sudah mengawal aspirasi ini dan insyaallah akan dikerjakan pada tahun 2026. Anggarannya kurang lebih Rp11,8 miliar,” katanya.

Politisi PDIP itu meminta Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan tahapan pelaksanaan pembangunan jalan tersebut agar realisasi pengerjaan tidak kembali tertunda.

Menurutnya, Jalan Pesisir memiliki peran penting karena menjadi akses penghubung antara Kelurahan Sri Meranti, Kelurahan Meranti Pandak, hingga Kelurahan Limbungan. Selain menjadi jalur mobilitas masyarakat, di kawasan tersebut juga terdapat sekolah serta rumah ibadah yang setiap hari digunakan warga.

“Artinya, ini akses penting antar kelurahan. Di sana juga ada sekolah dan rumah ibadah. Maka, kita minta PUPR dan Pemko Pekanbaru segera melakukan tahapan pelaksanaannya,” tegasnya.

Zulkardi juga mengingatkan agar pembangunan jalan tidak hanya fokus pada pengaspalan atau overlay semata, tetapi harus disertai pembenahan sistem drainase agar kualitas jalan dapat bertahan lama.

Ia menilai perencanaan drainase menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh konsultan perencanaan maupun pemerintah sebelum proyek dilaksanakan.

“Kita minta bukan hanya sebatas pengaspalan ulang atau overlay, tetapi juga memperhatikan drainasenya. Karena kunci jalan yang bagus itu aliran airnya harus baik dan komprehensif dari hulu ke hilir, sehingga tidak ada genangan air yang menyebabkan banjir dan merusak jalan yang sudah diaspal,” pungkasnya.


Editor:Fitriani Yusmanita

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال