DPRD Pelalawan Minta Infrastruktur Jalan Desa Jadi Prioritas Pembangunan

Pelalawan,Topindonesia.id -Persoalan infrastruktur jalan desa kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan (Rakortekbang) pembahasan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027 yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Pelalawan pada 13 Mei 2026 lalu.

Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan dari Fraksi Demokrat, Asnol Mubarack, secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan agar serius memperhatikan kondisi jalan masyarakat di desa-desa yang hingga kini masih banyak mengalami kerusakan parah.

Dalam forum tersebut, Asnol menilai perhatian pemerintah daerah terhadap akses jalan masyarakat masih lemah, padahal jalan desa menjadi urat nadi perekonomian warga di pedesaan. Menurutnya, jalan desa bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan jalur utama masyarakat untuk beraktivitas, mengangkut hasil kebun, hingga akses pendidikan dan kesehatan.

“Pemerintah jangan hanya fokus pada pembangunan di kawasan perkotaan. Jalan desa menyangkut kehidupan masyarakat banyak dan menjadi akses utama pergerakan ekonomi warga,” tegas Asnol, Senin (18/5/2026).

Sebelumnya, Asnol juga menyoroti kondisi Jalan Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, yang rusak berat dan sulit dilalui masyarakat. Namun, ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang kini mulai melakukan perbaikan di wilayah tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan masih banyak ruas jalan lain di sejumlah kecamatan yang kondisinya tidak kalah memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Di Kecamatan Pelalawan, kata Asnol, masih terdapat sejumlah titik jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat, di antaranya akses jalan di Desa Ransang, Kuala Tolam, Desa Sering, hingga jalan lingkungan di Kelurahan Pelalawan.

“Masih banyak masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Saat hujan sulit dilalui, sedangkan ketika panas menimbulkan debu. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Tak hanya itu, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bunut. Asnol menyebut jalan di Desa Keriung, Desa Sungai Buluh, Desa Lubuk Mas, hingga jalan lingkungan di Kelurahan Bunut membutuhkan penanganan segera karena kerusakannya sudah lama dirasakan masyarakat.

Sementara di Kecamatan Teluk Meranti, ia menyoroti kondisi jalan poros menuju Desa Kuala Panduk yang juga mengalami kerusakan dan kerap menjadi keluhan warga.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki skala prioritas yang jelas dalam pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan penghubung antar desa yang menjadi akses vital masyarakat.

“Jangan menunggu rusak total baru diperbaiki. Jika infrastruktur desa terus diabaikan, masyarakat yang menjadi korban. Aktivitas ekonomi terhambat, biaya transportasi meningkat, dan masyarakat semakin kesulitan,” katanya.

Asnol juga mengungkapkan dalam Rakortekbang agar Dinas PUPR tidak hanya melakukan perbaikan sementara atau tambal sulam, melainkan peningkatan badan jalan secara menyeluruh agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Berdasarkan penjelasan Dinas PUPR dalam forum tersebut, beberapa ruas jalan akan mulai ditangani secara bertahap dan diusulkan peningkatan badan jalan pada anggaran tahun 2027 mendatang.

Namun demikian, politisi Demokrat itu mengingatkan agar janji pembangunan tidak berhenti sebatas pembahasan di meja rapat. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan benar-benar menunjukkan komitmen nyata dan tanggung jawab terhadap pembangunan desa.

“Setiap tahun persoalan jalan rusak selalu dibahas. Namun masyarakat masih menghadapi kondisi jalan yang sama. Pemerintah harus serius dan cepat dalam menangani pembangunan jalan dengan menjadikan infrastruktur desa sebagai prioritas utama,” tegas Asnol.

Ia menambahkan, pembangunan jalan yang layak akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada akses transportasi darat. Sebaliknya, apabila kondisi jalan terus dibiarkan rusak, perekonomian masyarakat akan sulit berkembang.


Editor:Fitriani Yusmanita

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال