Wali Kota Pekanbaru Evaluasi Kinerja Camat, Bahas Sampah hingga PKL

PEKANBARUTopindonesia.id - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kembali mengumpulkan seluruh camat dalam agenda coffee morning untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, seperti pengelolaan sampah, jalan rusak, banjir, gelandangan dan pengemis (gepeng), pedagang kaki lima (PKL), hingga LGBT, Jumat (17/7/2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai forum evaluasi sekaligus koordinasi penanganan berbagai persoalan yang terjadi di tingkat kecamatan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan efektif.

Agung mengatakan, evaluasi bersama para camat rutin dilaksanakan setiap bulan untuk memastikan berbagai persoalan di wilayah kecamatan dapat segera ditangani.

"Setiap bulan kita mengevaluasi kinerja di tingkat kecamatan dalam agenda coffee morning. Hari ini kita membahas persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat, seperti sampah, jalan rusak, banjir, gelandangan dan pengemis (gepeng), serta pelantikan RT/RW," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Agung meminta seluruh camat menyampaikan aspirasi dan berbagai keluhan masyarakat di wilayah masing-masing agar dapat dicarikan solusi secara bersama.

Ia juga menyoroti pengelolaan sampah melalui sistem Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Menurutnya, kecamatan kini memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengelola kebersihan lingkungan, meski sebagian wilayah masih mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

"Masih ada beberapa kecamatan yang dibantu DLHK Kota Pekanbaru. Namun, kami yakin seluruh camat nantinya akan memahami mekanisme pengelolaan sampah sehingga pelayanan kebersihan dapat berjalan lebih optimal," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga membahas rencana pelantikan ketua RT dan RW terpilih yang dijadwalkan berlangsung sekitar 20 Juli 2026.

Agung menambahkan, rapat turut membahas penanganan LGBT serta penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi terlarang, seperti trotoar.

"Kita juga membahas penanganan LGBT dan pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi-lokasi terlarang, seperti trotoar. Intinya, seluruh persoalan yang terjadi di tengah masyarakat akan kita bahas bersama dan dicarikan solusi secara bersama-sama," pungkasnya.


Editor: Fitriani

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال