SIAK, Topindonesia.id— Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berkomitmen memastikan setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Afni saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna ke-8 masa sidang III di Ruang Rapat Putri Kacamayang DPRD Kabupaten Siak, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Afni menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas kritik, saran, dan rekomendasi yang disampaikan. Menurutnya, masukan dari DPRD menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Kami ingin memastikan setiap rupiah APBD yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Orientasi pembangunan bukan hanya pada besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga pada hasil dan dampak yang dirasakan masyarakat," ujar Afni.
Afni mengakui kapasitas fiskal daerah masih terbatas sehingga memengaruhi ruang gerak pembangunan di berbagai sektor. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui penetapan skala prioritas, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan efisiensi belanja, percepatan digitalisasi pelayanan publik, serta memperjuangkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, sejumlah sektor strategis yang menjadi perhatian DPRD tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, di antaranya infrastruktur, pelayanan air bersih, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan penguatan perekonomian daerah.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pemeliharaan jalan serta memperjuangkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Pada sektor air bersih, Pemkab Siak melakukan pengembangan sistem pembayaran digital, peningkatan jaringan distribusi, serta penambahan sambungan rumah secara bertahap.
Sementara itu, pada sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah terus mendorong dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan sarana dan prasarana, pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, serta kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
Afni juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
"Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pemerintah terbuka terhadap setiap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kinerja serta menghadirkan pembangunan yang semakin berkualitas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat," katanya.
Rapat paripurna tersebut merupakan bagian dari pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2025 sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya bersama DPRD Kabupaten Siak.
