Siak, Topindonesia.id – Kelompok Tani Cemerlang di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, berhasil membuktikan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk budidaya hortikultura. Berada di kawasan gambut dengan kedalaman lebih dari lima meter, kelompok tani tersebut sukses memanen melon berkualitas sekaligus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya.
Panen melon yang berlangsung di kawasan gambut dekat Taman Nasional Zamrud itu turut dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Siak Kaharuddin, Camat Dayun Wahyudi, Penghulu Kampung Dayun Nasya Nugrik, serta perwakilan sejumlah organisasi lingkungan.
Bupati Afni mengapresiasi inovasi petani yang mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap lahan gambut sebagai kawasan yang produktif untuk pertanian.
"Ini adalah kreativitas masyarakat petani kita di Siak. Ternyata lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura. Artinya, tidak ada masalah meskipun sebagian besar wilayah kita berupa lahan gambut, asalkan petaninya serius mengelola dan membudidayakan komoditas yang dipilih," kata Afni, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan karakteristik lahan bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
"Yang paling penting bukan luas lahannya, tetapi bagaimana budidayanya berhasil hingga panen. Potensi lahan gambut juga tidak kalah dengan tanaman yang dibudidayakan di tanah mineral," ujarnya.
Afni mengingatkan pengelolaan lahan gambut harus dilakukan secara ramah lingkungan tanpa membuka lahan dengan cara membakar.
"Lahan gambut tidak boleh dibakar karena api akan menjalar ke bawah permukaan tanah dan sangat sulit dipadamkan. Justru dengan pengelolaan seperti ini, lahan menjadi produktif sekaligus membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Siak telah meminta DKPPP membantu kebutuhan petani, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Kami telah meminta dinas terkait membantu petani yang ingin mengelola lahan gambut. Kebutuhan yang diperlukan dapat diajukan agar bisa diupayakan bantuan alat untuk pengolahan lahan," katanya.
Afni optimistis masih banyak komoditas hortikultura yang berpotensi dikembangkan di lahan gambut dan menjadi produk unggulan Kabupaten Siak.
Sementara itu, anggota Kelompok Tani Cemerlang, Yusuf, mengatakan pengembangan hortikultura di lahan gambut dilakukan karena melihat potensi jangka panjang yang dimiliki daerah tersebut.
Menurutnya, lahan mineral semakin terbatas akibat berkembangnya sektor perkebunan. Sebaliknya, lahan gambut yang dikelola melalui skema perhutanan sosial masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara produktif tanpa merusak lingkungan.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa lahan gambut juga menjanjikan untuk budidaya hortikultura," ujarnya.
Yusuf menjelaskan keberhasilan budidaya lebih ditentukan oleh pengelolaan kondisi tanah daripada penggunaan pupuk kimia.
"Yang paling penting adalah memperbaiki tingkat keasaman tanah menggunakan dolomit. Setelah pH tanah stabil, tanaman mampu menyerap nutrisi dengan baik sehingga hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang ditanam di tanah mineral. Penggunaan pupuk kimia justru relatif sedikit," jelasnya.
Saat ini Kelompok Tani Cemerlang membudidayakan sekitar 250 batang melon, 300 batang mentimun, dan 600 batang semangka dengan sistem tumpang sari. Dari berbagai uji coba yang dilakukan, tanaman merambat dinilai paling sesuai dikembangkan di lahan gambut.
"Karakter lahan gambut yang mampu menyimpan air cukup lama sangat cocok untuk tanaman merambat yang membutuhkan kelembapan tinggi. Berbeda dengan cabai, tomat, atau terong yang hasilnya belum sebaik tanaman merambat," katanya.
Selain menghasilkan komoditas pertanian, kelompok tani tersebut juga membangun embung sebagai cadangan air untuk kebutuhan irigasi sekaligus sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keberhasilan Kelompok Tani Cemerlang menunjukkan bahwa dengan pengelolaan pH tanah yang tepat, penerapan teknologi budidaya, serta komitmen menjaga lingkungan, lahan gambut dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
