Xavi Sebut Laporta Gagalkan Kepulangan Messi ke Barcelona



BARCELONA, Topindonesia.id - Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, mengeklaim presiden klub Joan Laporta menggagalkan rencana kepulangan Lionel Messi ke Camp Nou pada 2023. Menurut Xavi, keputusan itu diambil Laporta untuk menghindari potensi konflik kekuasaan di dalam klub.

Messi meninggalkan Barcelona pada 2021 setelah krisis finansial klub membuat mereka tidak mampu memperpanjang kontraknya. Peraih delapan Ballon d'Or tersebut kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain sebelum akhirnya pindah ke klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, 2 tahun kemudian.

Dalam wawancara dengan media Spanyol, La Vanguardia, Ahad (8/3/2026), Xavi mengungkapkan, pada awal 2023 pihaknya sudah menghubungi Messi setelah sang pemain menjuarai Piala Dunia bersama Argentina.

“Leo sudah hampir dikontrak pada Januari 2023 setelah memenangi Piala Dunia. Kami menghubunginya dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin kembali,” ujar Xavi.

Menurut Xavi, secara finansial Barcelona sudah mendapatkan lampu hijau dari La Liga untuk merekrut kembali Messi. Namun, rencana tersebut batal setelah Laporta menolaknya.

“Kami sudah mendapat persetujuan dari La Liga, tetapi presiden yang menggagalkannya,” kata Xavi.

Ia bahkan mengungkapkan, Laporta menyampaikan secara langsung penolakannya terhadap kepulangan Messi.

“Laporta mengatakan kepada saya, kata demi kata, bahwa jika Leo kembali maka akan terjadi perang melawannya dan dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,” ungkap Xavi.

Xavi menambahkan, setelah keputusan tersebut, Messi tiba-tiba berhenti merespons komunikasi darinya karena mengetahui transfer tersebut tidak mungkin terwujud.

Mantan gelandang Barcelona itu menyebut semua persiapan sebenarnya sudah matang dan klub siap menghadirkan “tarian terakhir” bagi Messi di Camp Nou, seperti momen terakhir legenda NBA Michael Jordan bersama timnya.

Sementara itu, Laporta yang baru saja mundur sementara dari jabatan presiden untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan pekan ini, memberikan versi berbeda mengenai kegagalan transfer tersebut.

Dalam debat kandidat presiden pada Senin (9/3/2026), Laporta menyebut ayah sekaligus agen Messi, Jorge Messi, telah menyampaikan bahwa sang pemain akhirnya memilih tidak kembali ke Barcelona. “Saya memahami jika Xavi merasa kecewa,” kata Laporta.

Ia juga menilai situasi tim berubah setelah pergantian pelatih dari Xavi ke Hansi Flick.

“Dengan Xavi saya melihat kami akan kalah, sedangkan dengan Flick saya melihat kami akan menang,” ujarnya.

Laporta menambahkan, ia sempat mengirimkan kontrak kepada Jorge Messi. Namun, ketika ayah Messi datang ke rumahnya, ia mengatakan tekanan yang akan muncul di Barcelona terlalu besar jika sang bintang kembali.

Lionel Messi sendiri merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barcelona dengan 672 gol serta mempersembahkan rekor klub 34 trofi selama membela tim Catalan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Laporta juga mengungkapkan, Barcelona sempat menolak tawaran sebesar 250 juta euro dari Paris Saint-Germain untuk wonderkid mereka, Lamine Yamal, pada musim panas 2024.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال