Pembunuhan Gajah Sumatera di Riau Terbongkar, 15 Tersangka Dijerat Hukum Berat


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat konfrensi pers pengungkapan pembunuhan Gajah di Polda Riau.

RIAU, Topindonesia.id - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap kelestarian Gajah Sumatera.

Karena itu, para pelaku pembunuhan gajah Sumatera di Riau dipastikan akan diproses hukum secara tegas dan berat.

Hal tersebut disampaikan Menhut menyikapi kasus pembunuhan gajah Sumatera yang ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan pada 2 Februari 2026 lalu di Riau.

"Gajah Sumatera adalah satwa yang sangat disayangi Bapak Presiden. Karena itu, negara hadir dan tidak akan tinggal diam. Para pelaku akan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegas Raja Juli Antoni, saat konfrensi pers pengungkapan pembunuhan Gajah di Polda Riau, Selasa (3/3/2026).

Ia menyampaikan duka mendalam atas kematian satwa dilindungi tersebut dan menyebut praktik perburuan serta perdagangan ilegal bagian tubuh gajah sebagai tindakan kejahatan serius terhadap lingkungan dan ekosistem.

"Praktik brutal terhadap satwa dilindungi ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh terus terjadi. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga kejahatan terhadap keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Menhut menjelaskan, sejak awal kejadian pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan aparat penegak hukum.

Hasilnya, kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan Polri berhasil mengungkap jaringan pelaku.

Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan perdagangan ilegal bagian tubuh gajah.

Delapan tersangka telah diamankan dan ditahan di Riau, sementara tujuh lainnya masih dalam pengejaran di sejumlah daerah di luar Provinsi Riau.

"Ini menunjukkan bahwa kejahatan terhadap satwa dilindungi dilakukan secara terorganisir, dengan peran yang berbeda-beda, mulai dari penembak, pemotong, hingga perantara perdagangan," jelasnya.

Raja Juli Antoni berharap pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan satwa liar dan menjadi kasus terakhir pembunuhan gajah Sumatera, khususnya di Riau.

"Negara dan undang-undang hadir untuk melindungi satwa yang tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Kita tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan lingkungan," pungkasnya.


Sumber : Riauaktual
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال