Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam

 

Pekanbaru, Topindonesia.id - Rencana pembangunan jalan layang (flyover) di persimpangan Jalan Soebrantas-Jalan Garuda Sakti terus dimatangkan. Selain mendata lahan yang terdampak, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga menyiapkan sejumlah jalan alternatif untuk mengurai kemacetan selama proses pembangunan berlangsung.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan bahwa pembangunan flyover tersebut berpotensi menyebabkan kemacetan, terutama pada jalur dari arah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menuju pusat kota maupun sebaliknya, sebelum memasuki kawasan Simpang Empat Panam.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru menyiapkan sejumlah jalan alternatif. Salah satunya Jalan Darma Bakti, yang berada di sebelah Indomarko dan nantinya akan terhubung hingga kawasan Buluh Cina. Jalan tersebut akan diperkeras menggunakan beton agar dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif.

"Jalan itu cukup lebar, sekitar enam meter, sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dari dua arah," kata Markarius, Rabu (4/11/2026).

Pemko Pekanbaru sedang mengupayakan agar peningkatan jalan tersebut dapat dibiayai melalui anggaran perubahan. Panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 400 meter. Selanjutnya, jalan tersebut akan terhubung dengan jalan utama sepanjang kurang lebih 700 meter.

"Target kita, tahun ini jalan tersebut sudah bisa digunakan," jelasnya.

Pemko Pekanbaru berupaya menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan Simpang Empat Panam. Pasalnya, arus lalu lintas diperkirakan akan terganggu selama proses pembangunan berlangsung.

"Karena itu, perlu ada jalur alternatif yang disiapkan. Kemarin juga sudah ada beberapa masukan dari RT dan RW terkait jalan-jalan yang berpotensi dibuka sebagai jalur alternatif," jelasnya.

Selain Jalan Darma Bakti, alternatif lainnya adalah jalur dari Jalan Sukakarya menuju Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang. Pemko juga mengidentifikasi jalur di sisi kanan dan kiri kawasan tersebut. Untuk jalur sebelah kanan, akses dari kawasan Hotel Medina nantinya direncanakan dapat terhubung ke jalan sebelum UIN menuju arah luar kota.

"Dengan demikian, masyarakat dari kawasan sekitar tidak harus masuk ke jalur utama. Semakin banyak jalan alternatif yang bisa dimanfaatkan, tentu akan semakin mengurangi beban lalu lintas di kawasan tersebut sehingga kemacetan parah bisa dihindari," kata Markarius.

Terkait kemungkinan adanya persoalan dengan warga sekitar, Markarius menyebutkan bahwa pemanfaatan jalan tersebut sebelumnya telah menjadi kesepakatan bersama. Pemko akan memperbaiki jalan, baik dengan konstruksi beton maupun aspal, dengan syarat jalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif selama proses pembangunan berlangsung.

"Setelah pekerjaan selesai, apabila warga ingin memasang portal untuk membatasi kendaraan truk bertonase besar, tentu bisa saja dipertimbangkan," kata Markarius.

Namun, selama proses pembangunan berlangsung, jalan tersebut harus tetap terbuka untuk umum. Pembatasan kendaraan kemungkinan hanya diberlakukan bagi truk bertonase besar. Sementara itu, kendaraan seperti mobil pikap dan kendaraan sejenisnya masih diperbolehkan melintas, jelasnya.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam
  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam
  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam
  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam
  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam
  • Pemko Pekanbaru Siapkan Sejumlah Jalan Alternatif Jelang Pembangunan Flyover Panam

Posting Komentar