Kabut Asap Kembali Menyelimuti Pekanbaru, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikulat halus di udara Pekanbaru di tengah kembali terpantau sebaran asap di sejumlah wilayah.
Pantauan RiauAktual.com pada Senin malam menunjukkan kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi udara terlihat berkabut, terutama di sejumlah kawasan perkotaan.
Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi sebaran asap di wilayah Riau. Citra sebaran asap BMKG pada 28 September 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Di Sumatera, asap terpantau di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Lampung. Sementara itu, di Kalimantan, asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
BMKG mencatat sebaran asap di wilayah tersebut bergerak ke arah barat laut hingga utara. Secara umum, arah angin di Indonesia bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara.
Selain itu, BMKG mendeteksi transboundary haze atau sebaran asap lintas batas negara. Asap terpantau bergerak dari Kalimantan menuju Sarawak, Malaysia, serta dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia.
Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Pekanbaru perlu terus dipantau, terutama ketika konsentrasi PM2.5 berada pada level sangat tidak sehat.
Sebelumnya, kabut asap juga sempat menyelimuti Pekanbaru dan membuat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. RiauAktual.com sebelumnya melaporkan kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru pada pertengahan September.
Sementara itu, BMKG pada Senin memprakirakan kondisi udara di Riau pada pagi hari berada dalam kondisi kabur hingga cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pekanbaru, pada malam hingga dini hari.
Perubahan konsentrasi PM2.5 masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta pergerakan massa asap di wilayah Riau.
Posting Komentar