Pemprov Riau Tingkatkan Layanan Kesehatan melalui Stroke Center RSUD Arifin Achmad
Pekanbaru, Topindonesia.id - Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, serta Direktur RSUD Arifin Achmad, drg. Yusip Prastiningsih, M.M., menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Non-PNS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau sekaligus meresmikan pelayanan Stroke Center, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RSUD Arifin Achmad tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto menegaskan bahwa proses penerimaan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dilaksanakan secara transparan dan profesional tanpa praktik titipan.
Ia menyebutkan, dari sekitar 1.500 orang yang mendaftar sebagai perawat, sebanyak 92 orang dinyatakan lolos seleksi dan diterima bekerja.
"Seleksi ini kita lakukan secara murni, transparan, dan bekerja sama dengan BKN. Tidak ada titipan-titipan. Semuanya berdasarkan hasil seleksi dan nomor urut yang sudah ditetapkan," tegas SF Hariyanto.
Ia berharap para perawat yang telah menerima SK dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam melakukan tindakan medis, tetapi juga harus mengedepankan sikap ramah, ikhlas, dan peduli terhadap pasien.
"Jadilah perawat yang bekerja dengan ikhlas, ramah, dan murah senyum. Jangan sampai pasien datang dengan kondisi sakit, tetapi justru mendapatkan pelayanan yang kurang menyenangkan. Senyuman dan keramahan juga menjadi bagian dari proses penyembuhan pasien," ujar SF Hariyanto.
Selain itu, SF Hariyanto mengingatkan para perawat agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga ketelitian dalam menjalankan tindakan medis, serta membangun koordinasi dan kekompakan antartenaga kesehatan.
Ia menekankan bahwa setiap tindakan medis, mulai dari penyuntikan hingga pemeriksaan tekanan darah, harus dilakukan secara teliti karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Pemerintah Provinsi Riau juga berupaya membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kesehatan asal daerah. Salah satunya melalui koordinasi dengan RS Otak agar perawat asal Riau mendapatkan prioritas untuk bekerja di fasilitas kesehatan tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan lokal sekaligus mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan apabila mereka bekerja di luar daerah.
Pada kesempatan yang sama, SF Hariyanto meresmikan pelayanan Stroke Center RSUD Arifin Achmad. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan pasien stroke melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan medis di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Riau itu.
SF Hariyanto mengatakan, RSUD Arifin Achmad terus melakukan pembenahan, baik dari segi fasilitas gedung maupun peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Sejumlah perbaikan fasilitas, termasuk renovasi lantai gedung dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah, dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit.
"Kita ingin RSUD Arifin Achmad terus berbenah. Fasilitas harus ditingkatkan, pelayanannya juga harus semakin baik. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal tanpa harus mencari pengobatan ke luar daerah," tutupnya.
Melalui penyerahan SK pegawai BLUD dan peresmian pelayanan Stroke Center tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap RSUD Arifin Achmad semakin mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan kemudahan akses penanganan medis bagi masyarakat Riau.

Posting Komentar