Pemkab Kampar Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan
Kampar, Topindonesia.id — Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, serta mempertahankan daya beli masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar yang dipimpin Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., di Bangkinang Kota, Rabu (2/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Riau, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, BPS Kabupaten Kampar, dan Perum Bulog Cabang Kampar yang selama ini bersinergi dengan Pemkab Kampar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurut Ahmad Yuzar, HLM menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“High Level Meeting ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali peluang dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sinergi ini harus terus diperkuat agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia mengatakan, kondisi inflasi di Kabupaten Kampar masih bergerak fluktuatif sehingga membutuhkan perhatian dan langkah antisipasi secara berkelanjutan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketergantungan Kabupaten Kampar terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Saat ini, produksi pangan lokal diperkirakan baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 30 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemkab Kampar terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal. Sejumlah program telah dilakukan, mulai dari pengembangan padi sawah, jagung hibrida, hingga cabai merah.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa bibit tanaman hortikultura, seperti cabai rawit, terung, dan tomat kepada masyarakat.
“Untuk jagung, kita telah menyediakan bibit untuk pengembangan sekitar 600 hektare dan bibit padi untuk 2.350 hektare. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan kita,” jelasnya.
Selain memperkuat produksi dalam daerah, Pemkab Kampar juga berupaya memastikan rantai pasok pangan tetap aman melalui kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil.
Salah satunya diwujudkan melalui nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga maupun bencana yang berpotensi mengganggu distribusi pangan.
“Kita harus memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli. Ekonomi harus kita jaga, begitu juga rantai pasok harus kita jamin. Karena itu, kerja sama dengan daerah penghasil menjadi penting,” tegas Ahmad Yuzar.
Bupati menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, instansi statistik, Bulog, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar berbagai kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kehadiran seluruh pemangku kepentingan hari ini menunjukkan komitmen dan keseriusan kita bersama dalam mengendalikan inflasi. Ke depan, kita berharap ketersediaan pangan semakin meningkat, harga tetap terkendali, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik,” tutupnya.
HLM TPID Kabupaten Kampar turut dihadiri Kepala BI Perwakilan Riau Panji Ahmad, Kepala Kanwil DJPb Riau Adnan Wimbiyarto, Kepala BPS Kabupaten Kampar Rozalinda, Kepala Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Pimpinan PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay, jajaran kepala OPD, serta anggota TPID Kabupaten Kampar.

Posting Komentar