Kabut Asap Tebal Selimuti Siak, Warga Kembali Waspada
SIAK, Topindonesia.id – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (29/9/2026) pagi. Kabut terlihat cukup tebal sejak pagi.
Kondisi tersebut membuat sejumlah bangunan dan objek di Kota Siak tampak samar dari kejauhan.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Sejumlah orang tua masih mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah.
Namun, kemunculan kabut asap membuat warga kembali waspada. Sebab, beberapa hari terakhir kondisi udara di Siak sempat membaik. Sebagian warga bahkan sempat mengira kabut yang muncul merupakan embun pagi.
“Apakah embun pagi? Namun, setelah matahari naik, masih berkabut. Mungkin ini bukan embun pagi, tetapi asap,” ujar Juliati saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com.
Dari kawasan Taman Siak Lawo, kondisi kabut juga terlihat jelas. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) yang membentang di atas Sungai Siak tampak mengabur.
Bentang jembatan tidak terlihat sejelas biasanya karena tertutup kabut.
Meski kabut asap kembali tebal, Bupati Siak Afni memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan titik api baru di wilayah Kabupaten Siak.
Menurut Afni, tidak ada fire spot atau titik api yang terpantau di wilayah Siak dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi asap di wilayah Siak hari ini lebih tebal dari biasanya. Dapat dipastikan bahwa tidak ada fire spot atau titik api yang menyala di Siak dalam beberapa hari terakhir,” kata Afni.
Ia menyebut asap yang masuk ke wilayah Siak merupakan asap kiriman. Penjelasan tersebut sejalan dengan informasi yang sebelumnya disampaikan Manggala Agni mengenai pola angin.
Pada periode Juni hingga Desember, angin umumnya bergerak dari selatan menuju utara sehingga asap dari wilayah selatan Sumatera dapat bergerak ke Riau dan Siak.
Afni mengatakan pemantauan juga mengacu pada data ASMC (ASEAN Specialised Meteorological Centre).
Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Kabupaten Siak, kabut atau asap dengan intensitas sedang terpantau di Provinsi Riau, termasuk wilayah Siak.
Sementara itu, berdasarkan informasi arah angin dari SIPONGI dan BMKG, massa udara bergerak dari selatan menuju utara. Pergerakan tersebut kemudian berbelok ke arah Selat Malaka dan Malaysia.
Perubahan arah angin tersebut dapat membuat pergerakan massa udara atau asap melambat di wilayah tertentu. Kondisi ini membuat asap lebih lama bertahan di wilayah yang dilaluinya.

Posting Komentar