DPRD Pekanbaru Dorong Mitigasi Kekeringan dan Karhutla Sejak Dini
PEKANBARU, Topindonesia.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru segera melakukan langkah mitigasi darurat untuk mengantisipasi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah antisipasi tersebut disampaikan menyusul prediksi peningkatan suhu udara dan musim kemarau di wilayah Pekanbaru dalam beberapa bulan ke depan.
Wakil ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Abidin mengatakan persiapan penanganan dampak bencana harus dilakukan sejak dini sebelum puncak musim kemarau terjadi. Berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama BPBD, musim kemarau diperkirakan mulai meningkat pada akhir Agustus dan mencapai puncaknya pada Oktober 2026.
Tekad Abidin menjelaskan, penurunan permukaan air sumur warga dan kondisi tanah yang mulai mengering telah terlihat di sejumlah titik. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan saat ditemui di Pekanbaru, Kamis (13/8/2026).
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah, DPRD Kota Pekanbaru mengusulkan agar BPBD menyusun nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan perusahaan swasta di sektor minyak dan gas bumi serta perkebunan.
Keterlibatan perusahaan yang memiliki sumber air dan armada angkutan dinilai penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Tekad menyarankan BPBD segera menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di sekitar Pekanbaru untuk membantu penyediaan dan pengangkutan air bersih. Skema kerja sama tersebut diharapkan dapat mencegah krisis air bersih apabila dampak musim kemarau semakin meluas.
Selain ancaman krisis air bersih, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru juga menaruh perhatian terhadap potensi peningkatan kasus karhutla. Risiko bencana tersebut semakin menjadi perhatian menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi gelombang panas ekstrem.
Dalam upaya pemadaman di lapangan, DPRD Kota Pekanbaru mengingatkan pentingnya jaminan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh petugas tanggap bencana.
Tekad Abidin mengatakan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi personel pemadam kebakaran, BPBD, dan relawan masih perlu ditingkatkan.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Pekanbaru menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran pengadaan APD secara maksimal dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru diminta proaktif mengajukan bantuan sarana dan prasarana kepada pemerintah pusat untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla.
Posting Komentar