Jika para pahlawan dahulu berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi, maka setelah Indonesia merdeka, perjuangan dilanjutkan oleh anak bangsa melalui karya dan pengabdian sesuai profesi masing-masing. Salah satunya adalah para petani yang berperan menjaga ketahanan pangan nasional.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, perjuangan petani di Kabupaten Siak tidaklah mudah. Selain menghadapi tantangan meningkatkan produktivitas padi, mereka juga harus berhadapan dengan keterbatasan pasokan air ke lahan persawahan, musim kemarau, hingga terbatasnya akses pasar.
"Melihat kondisi tersebut, kami terus berupaya memastikan kebutuhan air bagi lahan persawahan tetap terpenuhi. Melalui Dinas Pertanian, kami berkoordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk melakukan pendampingan agar petani tidak berjalan sendiri," kata Afni, Kamis (6/8/2026).
Menurut Afni, berbagai langkah terus dilakukan pemerintah daerah, mulai dari pendampingan, peningkatan produktivitas, penerapan teknologi pertanian, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Ia menegaskan, makna kemerdekaan bukan sekadar perayaan setiap 17 Agustus. Kemerdekaan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk para petani yang setiap hari berkontribusi menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Di usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami ingin makna kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk petani. Mereka harus mendapat perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk terus berkembang," ujar Afni.
Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kecamatan Bunga Raya, salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Siak. Selain memberikan pendampingan melalui penerapan teknologi pertanian, seperti smart farming, pemerintah juga terus berupaya mengatasi persoalan ketersediaan air yang masih menjadi kendala saat musim kemarau.
Perhatian juga diberikan kepada petani sawit swadaya. Saat harga tandan buah segar (TBS) mengalami penurunan dan berdampak pada pendapatan petani, Pemerintah Kabupaten Siak mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga stabilitas harga serta menghindari praktik yang dapat merugikan petani.
Selain itu, Pemkab Siak terus berupaya membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian masyarakat. Salah satunya dengan mendorong produk pertanian lokal masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga hasil panen petani memiliki nilai tambah dan pasar yang lebih pasti.
Pemkab Siak juga mendorong lahirnya lebih banyak petani milenial. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus mengembangkan usaha tani yang lebih modern dan berdaya saing.
"Petani adalah bagian penting dalam menjaga pangan kita. Petani tidak boleh berjalan sendiri. Selama masih ada persoalan yang mereka hadapi, pemerintah akan terus hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama," kata Afni.
Bagi Pemerintah Kabupaten Siak, menjaga petani bukan hanya menjaga hasil panen. Lebih dari itu, menjaga petani berarti memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga masa depan masyarakat Kabupaten Siak.
Sumber: ra/redaksi
